*** Om Swastyastu.Terima Kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah menyalurkan Dana Punianya Ke Rekening BRI No. 0811-01-028983-53-0 an. Pasraman Ganesha Brahmachari Ashram! Semoga Pendidikan Hindu semakin maju!***

Páginas

Jumat, 12 September 2014

Raja Janashruti dan Raikva (Sebuah cerita dari Chandogya Upanishad)

Raja mengamati Swans Bertahun-tahun yang lalu, di India, hiduplah seorang raja bernama Janashruti. Dia memerintah kerajaan Mahabrisha (artinya banteng besar). Dia adalah seorang pemimpin baik hati dan murah hati. Dia membangun rumah peristirahatan bagi wisatawan di sepanjang pinggir jalan, membagikan makanan gratis kepada orang miskin dan yang membutuhkan, rumah sakit dibangun dan ia memungut pajak kepada rakyatnya dengan adil. Janashruti merasa senang dengan dirinya sendiri karena telah melakukan begitu banyak untuk kerajaannya. Sayangnya, dalam waktu singkat ia dapat berubah menjadi orang yang bebal.
 
Suatu malam ketika ia sedang bersantai di teras istananya ia melihat dua angsa terbang di atas dia dan angsa itu bercakap-cakap
 
"Hati-hati saat melewati Raja Janashruti" salah satu dari mereka berkata. "Cahaya ketenarannya dapat membakarmu menjadi abu."
"Kamu bercanda" jawab pasangan, "Apakah pahala karma Raja Janashruti melebihi Raikva -si tukang Gerobak?"
 
Raja mendengar percakapan mereka.
"Siapakah Raikva ?" Raja merenungkan. "Bagaimana dia bisa mendapatkan lebih banyak pahala dari saya?"
Raja Janashruti merasa gelisah dan tidak bisa tidur semalaman.
Keesokan harinya, ketika pertemuan dimulai. Raja sangat jengkel ketika semua prajurit dan perdana menteri berkata " Hidup Raja Janashruti" Hidup raja Janashruti"!
"Hentikan semua pujian ini dan pujian itu tidak ada gunanya bagi saya. Aku tidak layak itu."
 Para pembantu raja menjadi bingung,
"Apa yang terjadi Maharaja?" tanya penyair.
Raja mengatakan kepada Perdana Menteri tentang percakapan angsa.
 "Sekarang pergi dan cari Raikva," Raja memerintahkan, "Dia adalah orang yang paling saleh dari semua orang."
 
Pencarian besar-besaran segera dilakukan untuk mencari Raikva. Hari-hari berlalu dan akhirnya mereka diberitahu oleh seorang petani bahwa Raikva berada di desa mereka. Raikva, sopir gerobak miskin sedang duduk di tanah dan sedang termenung.
"Raja kami ingin bertemu denganmu" kata seorang prajurit.
"Nah, disini aku sekarang," kata Raikva tanpa bergeming dari tempatnya. "Raja bisa datang ke sini jika ia ingin bertemu denganku."
 Para prajurit terkejut. "Apakah Seorang Raja layak hanya mencari orang sepertimu?"
 
Akhirnya Para Prajurit kembali ke kerajaan. Raja sangat senang mendengar bahwa Raikva akhirnya ditemukan. Ia diperintahkan untuk membuat persiapan untuk meninggalkan desa Raikva keesokan harinya.
Raja Janashruti bersama prajurit  membawa hadiah berupa 600 sapi, kalung emas mahal dan kereta untuk Raikva. 
 
Setelah tiba di desa, Raja Janashruti memperkenalkan diri dan berkata, "Saya telah mendengar banyak tentang Anda. Aku diberitahu bahwa Anda adalah salah satu orang saleh yang memiliki pengalaman pribadi dari Brahman, Tuhan tertinggi."
"Oh Raikva" raja melanjutkan, "Aku akan memberikan semua yang Anda inginkan, dan sebagai imbalannya saya mohon agar Anda memberikan saya pengetahuan tertinggi tentang Brahman."
Raikva tersenyum. "Jadi, Anda ingin membeli pengetahuan keTuhanan!"
Lalu ia memarahi sang raja, "Oh raja bodoh! Pengetahuan tentang Brahman tidak dapat dibeli. Ini bukan kebutuhan yang bisa ditukar. Anda belum siap untuk menerima pengetahuan tertinggi. Pulanglah."
 
Raja sangat kecewa dan kembali ke istananya. Ia menjadi tenggelam dalam kesedihannya, selalu bertanya-tanya, "Apa yang harus aku miliki?"
Raja bertemu Raikva Kesedihan dan kecemasan yang tulus untuk mengetahui Brahman, membuatnya rendah hati. Egonya menghilang dan Raja Janashruti menjadi orang yang berbeda hanya dalam beberapa minggu. Dia kemudian memutuskan untuk pergi ke Raikva sekali lagi.
 
Setelah sampai di desa, raja tidak bisa menahan diri. Dia jatuh di kaki Raikva bersujud dan memohon untuk memberikan kepadanya pengetahuan tentang Brahman.
"Tolonglah Aku" raja berseru "Saya membutuhkan kedamaian. Pengetahuan yang anda memiliki melebihi dari seluruh kerajaanku.. Tolong beri aku sebagian dari itu. Saya mohon dengan segala ketulusan saya."
 
Kali ini Raikva mulai mengetahui bahwa raja telah kehilangan semua kesombongannya dan Ia sangat tulus untuk memiliki pengetahuan tentang KeTuhanan. Dia memegang raja dan berkata, "Aku memberkatimu, wahai Janashruti yang saleh. Semua pengetahuanku sekarang akan menjadi milik mu juga."
Raikva kemudian berkata, "Pengetahuan tertinggi tidak akan dapat dipahami kecuali seseorang telah menghilangkan rasa ego. Hanya yang memiliki kerendahan hati yang dapat melihat Brahman. Sekarang Engkau telah mencapai kerendahan hati, marilah bersamaku belajar tentang pengetahuan KeTuhanan "
 
Setelah berkata demikian, Raikva menerima Janashruti sebagai muridnya. Raja bisa menyadari bahwa Raikva adalah orang yang miskin materi tapi kaya secara rohani. Seiring waktu berlalu, Janashruti menerima wahyu dari Raikva dan Mendedikasikan dirinya untuk melayani semua rakyat sebagai pelayanan kepada Brahman. 

Kisah dari Kitab Chandogya Upanisad. 

Rabu, 10 September 2014

Mengapa Kita Melakukan Pradakshina?

Ketika kita memasuki sebuah kuil Hindu, Umat dengan mencakupkan kedua tangan sambil mengucapkan mantra mereka mengelilingi Kuil atau Pratima-pratima seperti Arca Ganesha dll . Hal itu umumnya dikenal dengan nama pradakshina. Pradakshina berasal dari kata Sanksrit yang berarti 'bergerak di sekitar benda sakral untuk tujuan yang baik. 

Pradakshina secara harfiah berarti: ke kanan (Dakshina berarti kanan). Biasanya, Pradakshina dilakukan setelah selesainya ibadah (pooja).

Mengapa kita melakukan "Pradakshina"?. Alasan di balik berkeliling dalam lingkaran cukup sederhana. Tuhan adalah titik pusat dalam hidup kita dan lingkaran hanya dapat dibuat dengan sebuah pusat. Hal ini berarti bahwa kita harus tetap menjaga Tuhan sebagai titik fokus /sumber dari kehidupan ini.
 
Secara ilmiah, setiap titik pada keliling lingkaran berjarak sama dari pusat yang berarti bahwa di mana pun kita berada, kita selalu sama-sama dihadapan Tuhan. Dan pradakshina selalu dilakukan dengan cara searah jarum jam karena dalam agama Hindu, sisi kanan adalah simbol keberuntungan dan Tuhan selalu hadir di sebelah kanan kita.
 
Kisah tentang pradakshina berawal dari cerita tentang Dewa Shiva, Ganesha dan Karthikeya. Dewa Siwa telah menginstruksikan anak-anaknya, Ganesha dan Kartikeya, untuk pergi berkeliling dunia dalam mengejar pengetahuan. Kartikeya, melompat naik merak dan pergi ke seluruh dunia, sementara Ganesha, mengelilingi kedua orang tuanya, Dewa Shiva dan Parwati. Beliau membenarkan tindakan dari Ganesha karena pada hakekatnya seluruh alam semesta ini ada pada beliau berdua.
 
Ada beberapa aturan tertentu dalam melakukan pradakshina agar mendapatkan manfaat. Kita harus mencakupkan kedua tangan dengan sikap Anjali, mengambil langkah-langkah yang kecil dan berjalan tidak terburu-buru dan melantunkan mantra suci dengan penuh kidmat.

Setiap langkah pradakshina diyakini dapat mempralina dosa-dosa seseorang dalam hidup sekarang dan masa lalu. Dalam Skanda Purana bab.9 ayat.28 dijelaskan :

"Dosa-dosa yang dilakukan oleh pikiran dihancurkan oleh langkah pertama (dari pradaksina), dosa yang dilakukan dalam ucapan oleh langkah kedua dan dosa yang dilakukan oleh tubuh dengan langkah ketiga ..."

 Begitulah gunanya kita melakukan ritual "Pradakshina" ketika berada di kuil ataupun ketika melakukan ritual keagamaan seperti saat Piodalan dll. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Disarikan dari berbagai sumber.