*** Om Swastyastu.Terima Kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah menyalurkan Dana Punianya Ke Rekening BRI No. 0811-01-028983-53-0 an. Pasraman Ganesha Brahmachari Ashram! Semoga Pendidikan Hindu semakin maju!***

Páginas

Kamis, 20 November 2014

Jadilah Seekor Singa bukan Seekor anjing


Jadilah Lion bukan Dog Suatu Sore di sebuah balai Pura, dua orang sedang duduk sambil berbincang-bincang. Satu orang adalah seorang Pemangku dan satunya adalah seorang anak siswa Pasraman.

Mereka berbincang tentang hakekat kehidupan ini, Siswa itu duduk di dekat dan meminta kepada Pemangku untuk memberinya beberapa wejangan.
 
  Pemangku berkata kepada Sang Anak "Anakku, Sebagai anak Hindu Jadilah Engkau Seekor Singa, bukan seekor anjing."
 
"Apa artinya itu, jro? Tolong jelaskan kepada saya?" tanya Sang Anak.
 
"Begini anakku, Engkau bisa lihat Ketika kamu melempar bola di depan seekor anjing, Dia akan berlari mengejar bola itu. Namun engkau perhatikan, ketika kamu membuang sesuatu di depan seekor singa maka perhatiannya tidak tergoyahkan dan tetap fokus menatapmu dengan tajam bukan pada objek yang dilemparkan. Dia akan menunggu untuk mencengkerammu. fokus pada sumber, bukan efek. Datanglah kepada sumbernya".

" Jro, Saya belum terlalu jelas, bisa dijelaskan apa maksudnya dan hubungannya dengan kehidupan ini?

 
"Baiklah anakku, Tujuan Hidup kita sebagai umat Hindu adalah Memperbaiki diri. Seperti dijelaskan dalam Kitab Sarassamucaya Sloka 2-4: 

Diantara segala mahluk hidup, hanya yang dilahirkan menjadi manusia sajalah, yang dapat melaksanakan perbuatan baik ataupun buruk; leburlah ke dalam perbuatan baik; segala perbuatan yang buruk itu; demikianlah guna (pahalanya) menjadi manusia.
Oleh karena itu janganlah sekali-sekali bersedih hati; sekalipun hidupmu tidak makmur; dilahirkan menjadi manusia itu hendaklah menjadikan kamu berbesar hati, sebab amat sukar untuk dapat dilahirkan menjadi manusia, meskipun kelahiran hina sekalipun.
Menjelma menjadi manusia itu sungguh-sungguh utama; sebabnya demikian, karena ia dapat menolong dirinya dari keadaan sengsara (lahir dan mati berulang-ulang) dengan jalan berbuat baik; demikianlah keuntungannya dapat menjelma menjadi manusia.


"Untuk memperbaiki diri itu, engkau harus memfokuskan pikiran kepada Tuhan sumber dari segalanya. Tuhan akan memberikan semua hal yang bersifat duniawi, namun sebetulnya semua itu hanya bersifat sementara saja ibarat bola yang dilembarkan itu. Dekatkan dirimu selalu kepada Sumber Penciptaan ini maka engkau akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan kebahagiaan abadi" Lanjut Pemangku menjelaskan.

" Sekarang Saya paham. Terima kasih atas wejangannya " Siswa itu berkata dan kemudian ia pamit karena waktu Sembahyang Sore telah tiba.  

( Ditulis Oleh: Paryanto, S.Ag) 

Senin, 17 November 2014

Swami Vivekananda : Kisah seorang pencuri yang menjadi biksu

Setelah Swami Vivekananda berkeliling di Rishikesh, di sana dia bertemu dengan seorang Biksu.  Swami Vivekananda dan Biksu  menjadi sangat dekat dan menjadi teman baik. Terlihat akrab berbincang-bincang.
Swami Vivekananda
Sang Biksu bertanya kepada Swamiji "Swami, apakah Anda mendengar tentang Pavhari Baba?"
 
Swami menjawab "Ya, saya telah mendengar tentang dia, dia adalah Rshi yang Agung."
 
"Lalu apakah Anda mendengar cerita tentang seorang pencuri yang mencoba mencuri barang milik  Pavhari Baba?" Sang Biksu melanjutkan.
 
"Ya, Babaji lalu mengejarnya dan berkata 'semua ini adalah milikmu silahkan membawa semua dan lalu beliau memberikan apa pun yang tersisa" jawab Swami
 
"Ya, sebenarnya saya adalah pencuri itu" jawab Biksu itu
 
Swami Vivekananda terkejut dengan jawaban apa yang ia dengar dan membuatnya berpikir. Perbuatan baik dapat mengubah hidup seseorang ke arah yang baik. Sebuah pelajaran yang luar biasa.

Ajaran Moral : Saudaraku, cerita diatas menceritakan tentang Mantan Seorang Pencuri yang kemudian menjadi seorang Biksu. Kita masih banyak waktu untuk kembali ke jalan kebenaran (Dharma). Tujuan kita dilahirkan di dunia adalah untuk selalu berbuat baik dan meningkatkan kesadaran kita.