*** Om Swastyastu. Demi Kemajuan Pendidikan Hindu, Salurkan Dana Punia Anda Ke Rekening BRI No. 0811-01-028983-53-0 an. Pasraman Ganesha Brahmachari Ashram! ***

Páginas

Selasa, 22 Juli 2014

Ketaatan Satyakam Jabali

Satyakam adalah anak dari seorang wanita bernama Jabal. Dia memiliki keinginan yang kuat untuk belajar dan sehingga ia meninggalkan rumah untuk mencari seorang guru. Ia pergi ke ashram Rhsi Gautama dan meminta dia menjadikan ia sebagai murid. Rhsi Gautama menanyainya, "Sebelum aku menjadikan engkau sebagai muridku, saya perlu tahu tentang keluargamu."  

Hal ini membingungkan Satyakam, karena ia tidak tahu tentang keluarganya, kecuali ibunya. Tetapi untuk bergabung dengan ashram dia tidak akan berbohong. Dia lalu berkata kepada sang Rhsi bahwa ia akan menemui ibunya. Maka dia pergi kepada Ibunya;. setelah bertemu dengan Ibunya, Ibunya berkata kepadanya, "Pergilah ke Rhsi dan katakan padanya, Aku adalah anak dari Jabal dan namaku Satyakam Jabali '. " Satyakam pergi ke Rhsi Gautama dan mengatakan kepadanya apa yang ia tahu. Sang Rhsi senang Satyakam karena telah  berkata tanpa kebohongan dan memiliki pondasi kebenaran. Lalu Sang Rhsi menerima dia sebagai muridnya.
 
Suatu hari Gautama berkata kepadanya bahwa sebelum dia  memberi pelajaran, Satyakam harus mengembalakan kawanan sapi yang berjumlah 400 ekor dan boleh kembali jika sudah menjadi 1000 ekor. Setelah itu Gautama akan memberikan dia pengetahuan. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun Satyakam langsung mengambil sapi-sapi itu. Dia membawa mereka ke hutan dan mengembalakan mereka dengan penuh kasih sayang.
 
Setelah bertahun-tahun kawanan tumbuh sampai 1000.  Sapi-sapinya kuat dan sehat. Sudah waktunya untuk Satyakam kembali ke ashram Rhsi Gautama itu. Semua dewa dan dewa senang dengan ketaatan Satyakam dan dedikasi kepada gurunya. Sepanjang jalan ia diberkati dengan pengetahuan, hingga dia tercerahkan.  Satyakam akhirnya mencapai ashram. Gautama melihat cahaya pencerahan di wajahnya. Dia juga sangat senang bahwa Satyakam telah memelihara sapi dengan baik. Dia kemudian menerima Satyakam sebagai muridnya dan memberkatinya dengan Brahmavidya (Ilmu tentang Ketuhanan).
 
Sahabat, Satyakam adalah contoh ideal tentang kebenaran, ketaatan dan pelayanan kepada guru. Semoga Kita dapat memahami bahwa dasar hidup ini adalah Kebenaran (Dharma) dan untuk menuntun kita kearah itu, kita membutuhkan seorang guru. 

Terjemahan dari cerita :  Satyakam Jabali


 

Senin, 21 Juli 2014

Tal-tumbadiya-Shastri : Sastrawan yang mengunakan biji Tal dan Buah Tumbadi.

Suatu kali ada seorang Brahmana yang sangat ingin belajar. Secara khusus, ia mencoba untuk belajar bahasa Sansekerta. Tapi Brahmana ini punya masalah. Dia tidak memiliki memori yang sangat baik dan karena itu mengalami kesulitan menghafal apa-apa. Setiap hari, ia mencoba, dan dia belajar sesuatu yang baru. Namun, ia cepat lupa! Brahmana bertekad untuk belajar bahasa Sansekerta, tidak peduli apa pun, tapi bagaimana?
 
Suatu hari, ia memikirkan ide brilian. Dia mengisi tempat yang terbuat dari Buah Labu yang dilubangi (tumbadi) dengan tal (biji wijen).  Brahmana kemudian berkata satu kata Sansekerta dan memasukkan biji wijen di tumbadi tersebut. Dia mengulangi kata dan ditempatkan benih lain di tumbadi tersebut. Dengan cara ini, ia mengisi tempat tumbadi itu, mengulangi kata Sansekerta yang sama berulang-ulang. Dia kemudian mengosongkan tumbadi dan mulai mengulangi kata yang lain. Dengan Semangat dan Kegigihannya membuatnya ia mulai mengingat setiap kata yang ia pelajari. Ini menjadi rutinitas sehari-hari.
 
Berjalannya waktu dan dia menjadi seorang ahli Sansekerta yang terkenal. Dia selalu mengalahkan orang lain ketika berdebat tentang tulisan suci. Orang lain tahu bahwa dia akan selalu kalah debat karena ia sangat pintar. Dia lalu dikenal sebagai Tal-Tumbadiya-Shastri yang berarti "Sastrawan yang mengunakan biji Tal dan Buah Tumbadi".
 
Sahabat, Kita juga harus belajar dengan tekun dan tekad penuh. Jangan pernah berkata, "Saya tidak bisa belajar ini atau itu. Atau Berkata "Aku tidak bisa apa-apa". Dengan berusaha, belajar tanpa menyerah. Coba dan coba lagi, maka kesuksesan akan datang. Ingatlah saja tal-tumbadiya-Shastri! Dia tidak pernah menyerah dan terus berusaha.  Rumus untuk sukses adalah:

Upaya + Doa = Sukses.


Terjemahan dari Cerita : The Sesame Scholar