*** Om Swastyastu.Terima Kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah menyalurkan Dana Punianya Ke Rekening BRI No. 0811-01-028983-53-0 an. Pasraman Ganesha Brahmachari Ashram! Semoga Pendidikan Hindu semakin maju!***

Páginas

Rabu, 03 Desember 2014

Cerita Motivasi : Kisah dua ekor katak

Ini adalah kisah dua katak yang diceritakan oleh Paramahansa Yogananda. cerita ini menekankan pentingnya upaya diri untuk kemajuan spiritual
Ada dua katak yang tinggal di sebuah kolam dekat sebuah peternakan, saat itu musim semi dan rumput hijau, bunga berwarna-warni, ada angsa berenang di kolam, kupu-kupu terbang di sekitar dan ikan berenang dan bermain. Katak besar duduk diam. Katak kecil melompat dari belakang katak besar "Bangun! mari kita pergi dan bermain di kolam" temannya memanggil.

Katak kecil melompat ke dalam air dengan sukacita, katak besar diikuti. Mereka berenang di kolam dengan bahagia, mereka menyeberangi kolam menuju halaman gudang.  Mereka bersenang-senang dan bermain dalam perjalanan mereka, melompat dengan sukacita. Dalam sukacitanya, mereka ceroboh melompat hingga katak masuk  ke dalam ember setengah penuh susu.

Bagian dalam ember yang licin dan sulit untuk mempertahankan, mereka berusaha sangat keras tapi tidak ada cara bagi mereka untuk keluar. Mereka dipaksa untuk tinggal di dalam dan berenang. Mereka terus berenang, membuat mereka kelelahan. Katak-katak berteriak 'Tolong! Tolong! namun, Sayangnya tidak ada bantuan datang dengan cara mereka.

Katak besar mengerang:  "Apa gunanya berenang, kita akan mati di sini, aku sudah lelah, aku tidak bisa berenang lagi ".

"Jangan menyerah teman, mari kita terus berusaha, atau kita akan mati" teman kecilnya memberi semangat. Mereka berenang lagi.

Katak besar akhirnya berkata:  "Aku tidak bisa berenang lagi, itu tidak ada gunanya, kita akan mati juga, aku akan berhenti '. Katak besar berhenti dan secara bertahap tenggelam ke bawah.

Katak kecil berkata kepada dirinya sendiri:  "Aku akan terus mencoba selama aku bisa, atau aku juga akan mati ". Jadi dia terus berenang selama beberapa jam. Kakinya bergerak sangat lambat, hampir tidak bisa membuat dia ke atas. Katak kecil berpikir untuk menyerah dan mengakhiri hidupnya, yang tampaknya menjadi satu-satunya pilihan yang dimilikinya.

Dia ingat apa yang terjadi dengan temannya dan lalu ia berusaha dengan sekuat tenaga. "Saya akan terus berusaha sampai aku mati ". Selama aku terus berusaha pasti ada harapan" pikir katak kecil itu. Dia berenang dengan sekuat tenaga, ia semakin lemah, suara percikan dalam susu kuat terdengar. Susu diember semakin banyak mengeluarkan gelembung-gelembung busa dan membuat dia semakin sulit mengerakkan kakinya.

Katak kecil terus berenang....berenang dan berenang. Kaki kecilnya mengaduk-aduk susu itu tanpa henti. Akhirnya kaki kecilnya merasakan ada gumpalan didasar ember itu.  ia lalu melompat dengan sekuat tenaga dan akhirnya dia bisa keluar dari ember itu.

Dia sangat gembira, Ia dipenuhi rasa sukacita, sejak saat itu ia memutuskan untuk terus mencoba tidak peduli betapa sulitnya.

Sahabat-sahabatku ajaran Moral dari cerita ini adalah : Berusaha .. berusaha .. dan teruslah berusaha. Untuk mencari jati diri di dunia ini kita janganlah cepat menyerah. Apapun kesulitan yang kita hadapi, kita harus terus berusaha....berusaha dan berusaha.

Kamis, 20 November 2014

Jadilah Seekor Singa bukan Seekor anjing


Jadilah Lion bukan Dog Suatu Sore di sebuah balai Pura, dua orang sedang duduk sambil berbincang-bincang. Satu orang adalah seorang Pemangku dan satunya adalah seorang anak siswa Pasraman.

Mereka berbincang tentang hakekat kehidupan ini, Siswa itu duduk di dekat dan meminta kepada Pemangku untuk memberinya beberapa wejangan.
 
  Pemangku berkata kepada Sang Anak "Anakku, Sebagai anak Hindu Jadilah Engkau Seekor Singa, bukan seekor anjing."
 
"Apa artinya itu, jro? Tolong jelaskan kepada saya?" tanya Sang Anak.
 
"Begini anakku, Engkau bisa lihat Ketika kamu melempar bola di depan seekor anjing, Dia akan berlari mengejar bola itu. Namun engkau perhatikan, ketika kamu membuang sesuatu di depan seekor singa maka perhatiannya tidak tergoyahkan dan tetap fokus menatapmu dengan tajam bukan pada objek yang dilemparkan. Dia akan menunggu untuk mencengkerammu. fokus pada sumber, bukan efek. Datanglah kepada sumbernya".

" Jro, Saya belum terlalu jelas, bisa dijelaskan apa maksudnya dan hubungannya dengan kehidupan ini?

 
"Baiklah anakku, Tujuan Hidup kita sebagai umat Hindu adalah Memperbaiki diri. Seperti dijelaskan dalam Kitab Sarassamucaya Sloka 2-4: 

Diantara segala mahluk hidup, hanya yang dilahirkan menjadi manusia sajalah, yang dapat melaksanakan perbuatan baik ataupun buruk; leburlah ke dalam perbuatan baik; segala perbuatan yang buruk itu; demikianlah guna (pahalanya) menjadi manusia.
Oleh karena itu janganlah sekali-sekali bersedih hati; sekalipun hidupmu tidak makmur; dilahirkan menjadi manusia itu hendaklah menjadikan kamu berbesar hati, sebab amat sukar untuk dapat dilahirkan menjadi manusia, meskipun kelahiran hina sekalipun.
Menjelma menjadi manusia itu sungguh-sungguh utama; sebabnya demikian, karena ia dapat menolong dirinya dari keadaan sengsara (lahir dan mati berulang-ulang) dengan jalan berbuat baik; demikianlah keuntungannya dapat menjelma menjadi manusia.


"Untuk memperbaiki diri itu, engkau harus memfokuskan pikiran kepada Tuhan sumber dari segalanya. Tuhan akan memberikan semua hal yang bersifat duniawi, namun sebetulnya semua itu hanya bersifat sementara saja ibarat bola yang dilembarkan itu. Dekatkan dirimu selalu kepada Sumber Penciptaan ini maka engkau akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan kebahagiaan abadi" Lanjut Pemangku menjelaskan.

" Sekarang Saya paham. Terima kasih atas wejangannya " Siswa itu berkata dan kemudian ia pamit karena waktu Sembahyang Sore telah tiba.  

( Ditulis Oleh: Paryanto, S.Ag)