*** Om Swastyastu. Demi Kemajuan Pendidikan Hindu, Salurkan Dana Punia Anda Ke Rekening BRI No. 0811-01-028983-53-0 an. Pasraman Ganesha Brahmachari Ashram! ***

Páginas

Jumat, 25 Juli 2014

Wamana Awatara

Pemuja Sejati, Prahlada mempunyai cucu yang bernama Raja Bali. Suatu hari, Raja Bali  melakukan yajna dengan gurunya, Shukracharya. Senang dengan yajna itu, para dewa menjadi senang dan memberinya anugerah kereta ilahi, anak panah yang tak terbatas dan perisai tak tertembus. Namun, dengan semua kekuatan itu ia menyerang Devnagri, kota para dewa! Ketika mereka diserang, para dewa lari.

Aditi, ibu para dewa itu, berkata kepada suaminya, "Anak-anak kita telah menjadi sangat bahagia, jadi tolong tunjukkan kepada mereka bagaimana untuk memperoleh kekayaan, ketenaran dan posisi mereka kembali?" Suaminya dengan tenang mengatakan, "Berserahlah kepada Tuhan dan berdoa kepada-Nya karena Tuhan menerima pengabdian masyarakat miskin seperti tidak lain.

"Setelah mendengar kata-kata suaminya, Aditi berpuasa selama 12 hari berturut-turut hanya minum air saja. Tuhan memberinya anugerah dan ia melahirkan Vaman, inkarnasi Dewa Wisnu, Wamana lahir sebagai cebol. Pendeta Wamana  tiba ke tepi Narmada untuk memenuhi undangan Raja Bali. Tujuan Pendeta Wamana adalah untuk mengembalikan para dewa kembali ke kota mereka.

Bali sedang melakukan sebuah Ashwamedha yajna ketika Vaman datang menemuinya. Semua orang melihat Wamana dan menghormatinya. Dia adalah pemuda yang cerdas yang menarik perhatian bahkan Raja Bali. Bali bertanya, "Mintalah apa pun dariku, engkau masih muda, dan aku akan mengabulkan." Pada saat itu, Wamana hanya memiliki payung, tongkat dan wadah air. Dia mengatakan kepada Bali, "Oh Raja Raksasa, yang aku butuhkan adalah hanya sedikit tanah saja. Saya meminta tiga langkah dan di mana saja aku melangkah, beri aku lahan tersebut."

Raja Bali mengejeknya dan berkata, "Hanya itu saja, itu terlalu sederhana. Apa gunanya tiga langkah? Anda harus meminta lebih banyak tanah dan membuat hidupmu bahagia."  

Tapi Wamana menjawab, "Orang yang merasa puas akan anugerah Tuhan akan mencapai kebahagiaan dan Kepuasan. Orang yang tidak dapat mengendalikan indranya maka tidak medapatkan kepuasan bahkan seluruh alam semesta akan dia inginkan."

Bali sangat senang dengan kerendahan hati Wamana dan memutuskan untuk memberi keinginannya. Begitu Rsi Shukracharya mendengar ini, dia mendekati ke Raja Bali. Rsi Shukracharya memperingatkan bahwa Wamana merupakan titisan Wisnu dan Raja Bali tidak boleh memberikan keinginannya. Tapi Raja Bali adalah orang teguh akan kata-katanya dan akan mengabulkan keinginan Wamana ini.

Tiba-tiba Wamana menjadi sangat besar seperti raksasa! Dengan langkah pertama, Wamana menutupi seluruh bumi. Semua orang terkejut! Pada langkah berikutnya ia mengambil seluruh alam semesta. untuk langkah terakhir yang tersisa, ia bertanya kepada Raja Bali di mana ia harus melangkah karena tidak ada tempat lain untuk melangkah. Raja Bali kemudian dengan kerendahan hati, menawarkan kepalanya sebagai tempat langkah ketiga. Wamana sangat senang dengan pengabdian Raja Bali  dan akhirnya Wamana memberikan anugerah. Pendeta Wamana berjanji kepada Raja Bali bahwa ia akan menjaga pintu gerbang-nya selamanya.

Sahabat, Kita harus mengendalikan keinginan kita. Kita tidak boleh lobha (tamak) karena apapun yang ada di dunia ini akan kembali kepada Tuhan. Tuhan Maha Kuasa.

 terjemahan dari cerita : Vaman Avtar

Selasa, 22 Juli 2014

Ketaatan Satyakam Jabali

Satyakam adalah anak dari seorang wanita bernama Jabal. Dia memiliki keinginan yang kuat untuk belajar dan sehingga ia meninggalkan rumah untuk mencari seorang guru. Ia pergi ke ashram Rhsi Gautama dan meminta dia menjadikan ia sebagai murid. Rhsi Gautama menanyainya, "Sebelum aku menjadikan engkau sebagai muridku, saya perlu tahu tentang keluargamu."  

Hal ini membingungkan Satyakam, karena ia tidak tahu tentang keluarganya, kecuali ibunya. Tetapi untuk bergabung dengan ashram dia tidak akan berbohong. Dia lalu berkata kepada sang Rhsi bahwa ia akan menemui ibunya. Maka dia pergi kepada Ibunya;. setelah bertemu dengan Ibunya, Ibunya berkata kepadanya, "Pergilah ke Rhsi dan katakan padanya, Aku adalah anak dari Jabal dan namaku Satyakam Jabali '. " Satyakam pergi ke Rhsi Gautama dan mengatakan kepadanya apa yang ia tahu. Sang Rhsi senang Satyakam karena telah  berkata tanpa kebohongan dan memiliki pondasi kebenaran. Lalu Sang Rhsi menerima dia sebagai muridnya.
 
Suatu hari Gautama berkata kepadanya bahwa sebelum dia  memberi pelajaran, Satyakam harus mengembalakan kawanan sapi yang berjumlah 400 ekor dan boleh kembali jika sudah menjadi 1000 ekor. Setelah itu Gautama akan memberikan dia pengetahuan. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun Satyakam langsung mengambil sapi-sapi itu. Dia membawa mereka ke hutan dan mengembalakan mereka dengan penuh kasih sayang.
 
Setelah bertahun-tahun kawanan tumbuh sampai 1000.  Sapi-sapinya kuat dan sehat. Sudah waktunya untuk Satyakam kembali ke ashram Rhsi Gautama itu. Semua dewa dan dewa senang dengan ketaatan Satyakam dan dedikasi kepada gurunya. Sepanjang jalan ia diberkati dengan pengetahuan, hingga dia tercerahkan.  Satyakam akhirnya mencapai ashram. Gautama melihat cahaya pencerahan di wajahnya. Dia juga sangat senang bahwa Satyakam telah memelihara sapi dengan baik. Dia kemudian menerima Satyakam sebagai muridnya dan memberkatinya dengan Brahmavidya (Ilmu tentang Ketuhanan).
 
Sahabat, Satyakam adalah contoh ideal tentang kebenaran, ketaatan dan pelayanan kepada guru. Semoga Kita dapat memahami bahwa dasar hidup ini adalah Kebenaran (Dharma) dan untuk menuntun kita kearah itu, kita membutuhkan seorang guru. 

Terjemahan dari cerita :  Satyakam Jabali